Is It Real??????

Tulisan ini terilhami oleh status facebook salah satu teman sekelas saya di jurusan, membuat saya teringat bahwa... Baca aja!



Jumat, 19 Mei 2017
Nggak terasa, kemarin ini kemungkinan adalah hari terakhirku kuliah (literally kuliah, belajar di kelas bersama dosen) di UGM. Awalnya aku berencana masih mau ngambil mata kuliah lagi untuk mengganti nilai-nilaiku yang masih jelek. Tapi, temanku bilang kalau hal itu kemungkinan besar akan percuma. Kita kan nggak bisa menjamin bakal dapat nilai yang lebih bagus dari ini, bukan? Lalu ku urungkan niatku untuk mengambil mata kuliah lagi di semester depan.

OTW JADI PENGANGGURAN DONG??

Nggak ngambil kelas lagi bukan berarti aku bisa leha-leha, ya. Aku ingat, kok, aku masih punya tanggungan besaaaar sekali untuk mendapatkan "tiket keluar UGM", yaitu skripsi. Proposalnya aja belum ku kumpulkan. Heuheuheu. Yang penting sekarang KKN dulu. Yah, walaupun agak nggerus juga sih lihat teman-teman seangkatan udah pada bimbingan skripsi. Revisi proposal, maksudku. Rasanya kayak aduh aku kok ketinggalan jauh banget, ya? Tapi, ya udahlah, aku yakin aku bakal menyelesaikan studiku tepat waktu, Insyaa Allah. Meskipun aku lambat dalam mengerjakan sesuatu, tapi aku percaya aku nggak akan melewati batas yang udah ditentukan. Insyaa Allah (lagi).


The point is...
Aku nggak nyangka sebentar lagi aku udah lulus. Udah mau menghadapi "dunia" yang sebenarnya. Udah harus siap-siap nyari pekerjaan, yang bahkan aku sendiri belum tahu mau kerja apa.
Di otak, banyak banget pikiran rasanya baru kemarin gini, rasanya baru kemarin gitu. Tapi memang iya, rasanya baru kemarin lolos SNMPTN. Rasanya baru kemarin PPSMB. Rasanya baru kemarin makrab maba di Omah Petruk, Kaliurang. Rasanya baru kemarin belajar berbagai macam teori sosiologi. Rasanya baru kemarin makan rame-rame sama teman-teman waktu masih maba. Rasanya baru kemarin... Dan masih banyak lagi rasa-rasanya yang aku rasakan saat ini.

Banyak banget kenangan-kenangan yang nggak ternilai harganya, terutama di jurusan Sosiologi kesayangan yang bikin benci tapi rindu. Meskipun bukan tujuan jurusan utamaku (tapi anehnya di SNMPTN aku cuma ngisi Sosiologi aja dan kualatnya malah lolos. Ya udah), tapi aku benar-benar berterima kasih kepada jurusan ini. Banyak hal yang aku pelajari dari sini. Yang dulunya aku takut akan kritikan orang lain, tapi sekarang aku bisa belajar untuk memilah dan memilih kritikan mana yang baik untukku atau sebaliknya. Yang dulunya aku takut menjadi diriku sendiri dan pengennya ikut-ikutan teman, tapi sekarang aku bisa lebih independent dan berani ambil langkah beda. Yang dulunya aku agak intoleran terhadap perbedaan, tapi sekarang aku jadi lebih bisa menghargai perbedaan karena semakin dewasa, kita semakin menemukan banyak ragam karakter manusia. Maaf ya aku menyalahkan sistem pendidikan dasar yang pernah ku lewati dulu, tapi bahaya juga kalau pendidik cenderung menyamakan pikiran anak didiknya dengan pikiran-pikiran para pendidik itu sendiri. Ya syukur kalau pendidiknya bukan tipikal orang seperti si Rijik (IYKWIM WKWK), nah, kalau apesnya kayak Rijik? Nah, bayangkan sendiri. *lah, ngelantur*
Nah, ini yang paling penting, berkat kuliah sosiologi, sekarang aku jadi tertarik banget sama isu-isu gender dan seksualitas! Bukan karena ikut-ikutan zaman atau apalah, tapi sebetulnya aku dari kecil udah demen duluan sama isu seksualitas. Ngeri juga ya saya, wkwk. Jujur aja deh, buka-bukaan. Aku memang tertarik nontonin film biru, bukan untuk hal "lain-lain" lho, ya. Tapi lebih ke penasaran, kok bisa gitu sih? Kenapa yang main film gituan tipikal cewek-ceweknya kebanyakan yang begitu? Yah, pikiran-pikiran itu sih yang muncul. Tapi bebas sih, kalau pembaca mencap aku sebagai 'cewek omes' dsb dsb. Yang namanya orang udah tertarik, mau digimanain lagi? Lah, maap ngelantur lagi. 



Waktu berjalan terlalu cepat? Bukan. Entah aku yang terlena menikmati waktu, atau justru aku yang menyia-nyiakan waktu. Tapi memang rasanya begitu cepat. Dan pasti aku akan merindukan saat-saat seperti ini lagi. Berstatus mahasiswa, dapat diskon di mana-mana dengan menunjukkan KTM, menikmati fasilitas UGM hotspot di area kampus meskipun per harinya hanya dibatasi 3GB. Tapi yang paling penting, di UGM masih ada Gelanggang Mahasiswa yang menjadi my forever home :p

I am gonna miss you, Sociology batch 2014!

Comments

Popular Posts